Global Institute Meulaboh atau disingkat dengan GI-Meulaboh adalah lembaga non-formal yang fokus pada pengembangan pendidikan dan pelatihan. Sebagai social-enterprise GI Meulaboh berkomitmen untuk ikut serta memajukan kualitas pendidikan dan ilmu pengetahuan.

Siapakah aktor yang mendirikan GI-Meulaboh? Berikut ulasan singkat profil para pendiri sekaligus pengelola GI-Meulaboh.

Firman Parlindungan, S.Pd., M.Pd., Ph.D
Founder & CEO

Firman adalah seorang cendekiawan yang fokus pada dunia pendidikan Bahasa Inggris. Ia meraih gelar S1 dan S2 dari Universitas Islam Malang dalam bidang tersebut. Kemudian melanjutkan studi doktor di Ohio State University, Amerika Serikat, dengan konsentrasi pendidikan literasi. Ia menyelesaikan studi doktornya di usia 29 tahun yang menjadikannya doktor termuda yang berasal dari Aceh dan doktor pertama di Meulaboh, Aceh Barat lulusan Amerika Serikat dalam bidang yang ia tekuni. Anak ketiga dari tiga bersaudara ini mendapatkan beasiswa LPDP selama studi doktornya. Berbagai penghargaan nasional dan internasional telah ia terima. Firman lahir dan besar di Meulaboh, Aceh Barat. Pendidikan SD ditempuh di SDN 22 Meulaboh (Sekarang SDN 01 Percontohan Aceh Barat), MTsN Model Meulaboh (Sekarang MTsN 3 Aceh Barat), dan SMAN 4 Wira Bangsa Meulaboh. Firman tercatat sebagai dosen Universitas Teuku Umar, Meulaboh.

Lia Lisyati, S.Pd.I., M.AppLing
Founder & COO
Lia adalah seorang pendidik Bahasa Inggris jebolan UIN Ar Raniry Banda Aceh. Berkat keahlian, ketekunan, dan tekadnya yang kuat, Lia mendapatkan beasiswa studi S2 di The University of Queensland, Brisbane, Australia bidang Applied Linguistic. Ia merupakan awardee Australia Awards Scholarship (AAS), salah satu penyandang beasiswa paling bergengsi kelas dunia. Pendidikan SD sampai dengan SMP ia selesaikan di desa tempat kelahirannya di Sama Tiga, Aceh Barat. Kemudian Lia masuk ke SMAN 4 Wira Bangsa Meulaboh. Lia bertindak sebagai Chief Operating Officer di Global Institute. Selain itu, Lia juga bertanggungjawab dalam penyusunan kegiatan pembelajaran Bahasa Inggris bagi anak.

Andrisman Satria, S.T., M.Eng
Founder & CFO
Andris lahir di Meulaboh, Aceh Barat yang juga alumni berprestasi dari Universitas Teuku Umar, Meulaboh. Ia mendapatkan beasiswa LPDP untuk studi S2 di Universitas Gajah Mada, Yogyakarta dengan bidang keahlian teknik sipil. Anak pertama dari dua bersaudara ini juga tercatat sebagai dosen Universitas Teuku Umar Meulaboh. Namanya sudah dikenal dikancah nasional atas kontribusi dan dedikasinya dalam berbagai kegiatan ilmiah. Andris bertekad untuk memajukan pendidikan dan perekonomian di Aceh Barat, khususnya dalam bidang konstr├╝ksi dan pembangunan. Andris memegang peranan sebagai Chief Financial Officer (CFO) pada kepengurusan Global Institute Meulaboh. Sesuai dengan keahliannya, Andris akan mengajar AutoCad, SAP-2000, dan beberapa jenis software aplikasi lainnya.

Yusran Ibrahim, S.Pi., M.Si
Founder & CMO
Yusran adalah seorang pendidik dan peneliti bidang perikanan dan kelautan. Ia tercatat sebagai dosen di Universitas Teuku Umar, Meulaboh. Yusran menamatkan pendidikan SD dan SMP di tanah kelahirannya, Sama Tiga, Aceh Barat. Setelah itu, Yusran melanjutkan ke SMAN 1 Meulaboh dan mendapatkan gelar S1 dari Universitas Teuku Umar, Meulaboh. Yusran kemudian mendapatkan beasiswa LPDP untuk melanjutkan studi S2 nya di Institut Pertanian Bogor. Karena keahlian dan networking yang luas, ia dipercaya menjadi Chief Marketing Officer (CMO) pada Global Institute Meulaboh. Anak pertama dari dua bersaudara ini juga akan mengajar statistik di GI-Meulaboh, khususnya statistik bidang sains.

Faisi Ikhwali, S.T., M.Eng
CTO (Chief Technology Officer)
Faisi mendapatkan gelar S1 nya dari Institut Pertanian Bogor bidang teknik sipil. Ia adalah putra asli Meulaboh, Aceh Barat. Setelah lulus S1, Faisi tartarik untuk menekuni bidang water resources engineering. Ia pun melanjutkan studi S2 bidang tersebut di Khon Kaen University, Thailand. Keahliannya dalam bidang tersebut sangat dibutuhkan di kawasan Barat-Selatan Provinsi Aceh. Mengingat kurangnya SDM Aceh Barat khususnya dalam hal pemetaan dan pemodelan lingkungan untuk mengukur potensi atau penangangan; misalnya banjir, Faisi akan mengajar kelas Geographic Information System (GIS) di Global Institute Meulaboh. Alumni SMAN 1 Meulaboh ini juga dipercaya sebagai Chief Technology Officer (CTO) yang bertanggungjawab atas pengembangan teknologi pada GI-Meulaboh. Faisi bertekad memajukan pembangunan di Aceh Barat berbasis teknologi.

GI-Meulaboh didirikan oleh putra asli Meulaboh yang memiliki dedikasi untuk membangun daerahnya. Semangat dan kerja keras mereka patut mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak.